alhamdulillah..syukur padaMu ya Allah masih melanjutkan kontrak nyawaku untuk menyambung pengembaraan hari rayaku di rumah saudara mara..cuma yang agak specialnya hari ini aku menyambut hari lahirku sekali..tiada ape yang menarik ingin aku coretkan,cuma ucapan terima kasih atas ucapan-ucapan selamat dan doa kiriman keluarga dan sahabat-sahabat buatku..hari ini rasa tidak bersemangat..tidak beberapa sihat semenjak dua menjak ni..maklumlah umur semakin tua..mungkin dh sampai waktu kowt..huhu..Allah yang maha mengetahui..jika angka 21 ini menjadi angka terakhir dalam hidupku, moga sahabat-sahabat doakan yang terbaik untukku..titipkanlah namaku dalam doa kalian supaya hidupku selamat dunia dan akhirat..amin..hanya doa ini mampu aku kongsikan untuk kita semua...selamat menyambut hari tuamu Muhammad Harith Abdul Kadir.......Saturday, September 11, 2010
Aku dilahirkan untuk mati......
alhamdulillah..syukur padaMu ya Allah masih melanjutkan kontrak nyawaku untuk menyambung pengembaraan hari rayaku di rumah saudara mara..cuma yang agak specialnya hari ini aku menyambut hari lahirku sekali..tiada ape yang menarik ingin aku coretkan,cuma ucapan terima kasih atas ucapan-ucapan selamat dan doa kiriman keluarga dan sahabat-sahabat buatku..hari ini rasa tidak bersemangat..tidak beberapa sihat semenjak dua menjak ni..maklumlah umur semakin tua..mungkin dh sampai waktu kowt..huhu..Allah yang maha mengetahui..jika angka 21 ini menjadi angka terakhir dalam hidupku, moga sahabat-sahabat doakan yang terbaik untukku..titipkanlah namaku dalam doa kalian supaya hidupku selamat dunia dan akhirat..amin..hanya doa ini mampu aku kongsikan untuk kita semua...selamat menyambut hari tuamu Muhammad Harith Abdul Kadir.......Friday, September 10, 2010
My eidulfitri...

Tuesday, September 7, 2010
Kematian yang sentiasa mengejar kita.Bersediakah kita??
Subuh yang tenang...Alhamdulillah syukurku padaMu ya Allah..aku masih diberikan kesempatan olehMu untuk melihat dunia ini kembali dari “kematian” yang sementara..ya kematian!..perkara yang sering bermain-main di benak fikiranku akhir2 ini...usai solat subuh td pun,di atas motor perkara ini ligat berpusing di minda student Faculty kejuruteraan ini yang bajet kritikal..apakah pengakhiran hidupku??bilakah pengakhiran hidupku???bagaimanakah pengakhiran hidupku??? Dan adakah aku telah bersedia??? persoalan2 yang ligat memutarkan fikiranku...

Dikala dosa yang dilakukan setiap hari..kemungkaranku kepadaMu ya Allah..adakah aku mampu mencapai huznulkhatimah???atau su’ulkhatimah pengakhiranku???semoga Kau berikan yang terbaik untuk diriku,keluargaku, sahabat-sahabatku dan seluruh umat islam di dunia ini..amin....aku tertarik pada penulisan yang bertajuk “Aku telah dikhitbah.Bahagiakah aku???” dari blog salah seorang sahabatku..pabila telah dikhitbah, pasti kita akan bahagia..tetapi bagaimana pula kalau telah dikhitbah oleh malaikat maut?? Bahagiakah aku menjawab soalan-soalan “romantic” Mungkar dan Nangkir di dalam peraduanku???dengan keadaan amalku kitika ini,jauh sekali aku mampu menghadapinya..Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosa hambaMU ini, jangan Kau palingkan hati ini dariMU, pandanglah kami dengan pandangan rahmatMU, sesungguhnya kami tidak mampu menanggung seksaan api nerakaMU, ampunkanlah kami!
" Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. "
- Surah Ali Imran (3): 185
Saturday, August 14, 2010
ibadah VS makan
Ramadhan bukan bulan pesta makan dan menjamu selera
Ramadhan adalah bulan pesta ibadah
Ibadah bukan setakat memeriahkan lahirnya sahaja
Hati juga perlu meriahkan dengan rasa kehambaan
Janganlah lahirnya sahaja cerah
Tapi hati kita gelap-gelita
Di masjid di bulan Ramadhan jangan dimeriahkan
dengan berbual-bual dan gelak ketawa
Membawa cerita yang sia-sia
Ia adalah bulan menebalkan rasa tauhid kepada Tuhan
Mempertajam rasa kehambaan di dalam jiwa
Lahirnya meriahkan dengan sedekah
Terutama kepada fakir miskin
Menolong orang yang susah dan derita
Batinnya menanamkan rasa bertuhan yang Maha Kuasa
Monday, July 26, 2010
Tuesday, July 6, 2010
adakah seindah yang diharapkan...
Satu hal sebagai bahan renungan kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan
duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan
Adam dan Hawa
Justeru malam pertama perkawinan kita
dengan Sang
Mauuut
Sebuah malam yang meninggalkan isak
tangis sanak
saudara
Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka….
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus
dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi
kapas putih…
Itulah sosok kita….
Itulah jasad kita waktu itu
Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik
berwarna putih Kain
itu …jarang orang
memakainya..
Kafan Wewangian
ditaburkan ke baju
kita…
Bagian kepala..,badan. .., dan kaki
diikatkan
Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah kita
Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…
Mempelai di arak keliling kampung
bertandukan tetangga
Menuju istana
keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa
haru para handai
taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan
kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah
tiba duluan
Siraman air
mawar..pengantar akhir kerinduan
dan akhirnya…. .
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh
langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi….
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
Kita tak tahu apakah akan memperoleh
Nikmat Kubur…
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
Kita tak tahu…dan tak seorangpun yang
tahu….
Tapi anehnya kita tak pernah galau
ketakutan… .
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita
terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal…
Dan Dia Kekasih itu..
Menetapkanmu ke syurga.. Atau
melemparkan dirimu ke
neraka..
Tentunya kita berharap menjadi ahli
syurga…
Tapi….tapi ….sudah pantaskah sikap
kita selama
ini…
Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????
Sahabat…mohon maaf…jika malam itu
aku tak
menemanimu
Bukan aku tak setia…
Bukan aku berkhianat.. ..
Tapi itulah komitmen azali tentang hidup
dan kehidupan
Tapi
percayalah.. .aku pasti kan mendo’akanmu. ..
Karena …aku sungguh menyayangimu. ..
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang
kau duga
Aku berdo’a…semoga kau jadi ahli
syurga. Amien
Sahabat….. , jika ini adalah bacaan
terakhirmu Jika
ini adalah renungan
peringatan dari Kekasihmu Ambillah
hikmahnya… ..
Tapi jika ini adalah salahku…maafkan
aku….
Terlebih jika aku harus mendahuluimu. …
Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah menyakiti atau
mengecewakanmu. ….
kalau tulisan ini ada manfaatnya.. ..
Silakan di print ou dan kau simpan
sebagai renungan…
Siapa tahu …suatu saat kau ingat
padaku Dan…aku
tlah di alam lain….
Satu pintaku padamu…
Tolong do’akan aku…


